Kesaksian dari Buku-Buku Sejarah Tentang Selamatnya Nabi Isa as. (2)

Buku Sirajul Muluk

Seorang tokoh ilmuwan Islam, yakni ‘Arifbillah Abibakar Muhammad bin Muhammad ibnu Al-Walid Al-Fahri Al-Tharthusyi Al-Maliki, yang masyhur akan kebesaran dan keilmuwanannya, di dalam bukunya, Sirajul Muluk, cetakan Kairo, Mesir, 1306 H, menuliskan tentang Nabi Isa a.s. pada halaman 6 sebagai berikut :

Yakni, “Di mana Isa sang Ruhullah, Kalimatullah, Raisuz Zahidin (Pemimpin orang-orang bertakwa) dan Imamus-Saihin (Pemimpin para pengembara)?”

Maksudnya, beliau itu telah wafat dan orang-orang seperti itu juga tidak hidup selamanya di dunia. Lihat, tokoh ilmuwan ini tidak hanya menyebut Nabi Isaa.s. sebagai pengembara saja, tetapi menuliskannya sebagai imam/pemimpin para pengembara.

Buku Lisaanul ‘Arab & Tajul ‘Urus

Demikian pula di dalam buku Lisaanul ‘Arab halaman 431 tertulis :

Yakni, Isa itu dinamakan Masih karena beliau selalu mengembara di bumi dan tidak tinggal menetap di suatu tempat. Ini jugalah yang tertulis di dalam Tajul ’Urus Syarah Qamus. Dan ini juga tertulis bahwa orang yang disebut Masih adalah orang yang dipolesi dengan kebaikan dan berkat. Yakni, di dalam fitratnya telah ditanamkan kebaikan dan berkat sehingga menyentuhnya pun menimbulkan kebaikan dan berkat. Nama ini telah diberikan kepada Nabi Isa a.s., dan Allah Taala memberikan nama ini kepada siapa saja yang Dia kehendaki.

Sebaliknya, ada juga Masih yang telah dipolesi dengan keburukan dan laknat. Yakni, fitratnya telah diciptakan atas landasan keburukan dan laknat, sampai-sampai menyentuhnya pun akan menimbulkan keburukan, kutukan dan kesesatan. Dan nama Masih itu telah diberikan kepada Dajjal serta kepada setiap orang yang memiliki fitrat yang serupa dengannya. Kedua nama, yakni Masih Sang Pengembara dan Masih Yang Memperoleh Berkat, tidaklah bertentangan satu sama lain. Dan arti yang pertama tidak dapat menggugurkan arti yang kedua. Sebab, Allah Taala juga memiliki kebiasaan memberi sebuah nama kepada seseorang dan ada berbagai macam artinya, sedangkan seluruh arti itu cocok bagi diri orang tersebut.

Ringkasnya, status ke-Masih-an Nabi Isa a.s. terbukti sedemikian rupa dari sejarah-sejarah Islam sehingga jika disalin dari seluruh buku tersebut maka saya berpendapat bahwa begitu panjangnya artikel itu sehingga dapat membentuk sebuah buku yang sangat tebal. Oleh karenanya dicukupkan sampai di sini saja.

Artikel ini adalah sebagian dari isi buku Al-Masih di Hindustan karya Hz. Mirza Ghulam Ahmad as. Klik gambar di bawah untuk mengunduh gratis buku ini (format PDF 1,7 Mb).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *