Kesaksian dari Buku-Buku Sejarah Tentang Selamatnya Nabi Isa as.

Dikarenakan dalam bab ini terdapat berbagai jenis kesaksian, untuk itu saya membaginya dalam beberapa subbab supaya jelas tertib susunannya, sebagai berikut.

SUB-BAB I

Uraian mengenai kesaksian-kesaksian yang dikutip dari buku-buku Islam yang membuktikan pengembaraan Nabi Isa a.s.

Buku Raudhatush-Shafa

Buku Raudhatush-Shafa, merupakan sebuah buku sejarah yang masyhur, pada halaman 130-135, dalam bahasa Parsi terdapat tulisan yang ringkasan terjemahannya saya tuliskan di bawah ini.

“Nabi Isa a.s. dinamakan Masih, karena beliau sangat banyak melakukan pengembaraan. Beliau mengenakan selendang wol di kepala beliau dan selalu memakai jubah wol. Dan sebuah tongkat di tangan. Beliau selalu menjelajahi satu negeri ke negeri lain, dari satu kota ke kota lain. Dan di mana malam tiba, di sanalah beliau menetap. Beliau memakan tumbuh-tumbuhan hutan, minum air yang terdapat di hutan, dan menempuh perjalanan dengan jalan kaki. Satu kali, pada masa pengembaraan itu, para sahabat beliau membelikan seekor kuda untuk beliau. Dan beliau menungganginya satu hari. Namun dikarenakan tidak mampu menyediakan air, gandum-ganduman dan rerumputan bagi kuda tersebut, maka kuda itu beliau kembalikan. Beliau menempuh perjalanan dari negeri beliau, lalu tiba di Nasibain yang terletak beberapa ratus mil dari kampung halaman beliau. Dan bersama beliau ada beberapa Hawari. Beliau mengutus para Hawari untuk bertabligh ke kota. Akan tetapi di kota itu sudah lebih dahulu sampai berita-berita yang salah dan bertentangan dengan fakta tentang beliau dan ibu beliau. Untuk itulah penguasa kota tersebut menangkapi para Hawari, lalu memanggil Nabi Isa a.s.. Melalui berkat yang penuh mukjizat, beliau telah menyembuhkan beberapa orang sakit. Dan banyak lagi mukjizat lainnya yang beliau perlihatkan. Oleh karena itu raja negeri Nasibain beserta seluruh lasykar dan pendukungnya telah beriman kepada beliau. Dan kisah tentang turunnya Māidah (hidangan) yang terdapat dalam Al-Quran Suci, peristiwa itu pun terjadi pada masa-masa pengembaraan.”

Inilah ringkasan uraian sejarah Raudhatush-Shafa. Dan di sini penulis buku tersebut telah mengaitkan kepada Nabi Isaa.s. banyak sekali mukjizat yang sia-sia, tak berguna dan tidak masuk akal, yang dengan menyesal tidak saya kutip.

Dan saya menghindarkan buku saya ini dari hal-hal dusta, sia-sia, dan yang terlalu melebih-lebihkan itu. Lalu saya hanya mengambil makna yang pokok darinya. Dari situ tampil kesimpulan bahwa Nabi Isa as. menempuh perjalanan-perjalanan sampai tiba di Nasibain. Dan Nasibain adalah sebuah kota antara Mosul dengan Syam (Syria dan Palestina), yang di dalam peta [bahasa] Inggris namanya tertulis Nasibus. Jika kita menempuh perjalanan itu Persia (lran) dari negeri Syam, maka kita akan melewati Nasibain. Dan kota itu terletak 450 mil dari Baitul Maqdis [di Yarusalem].

Mosul terletak kira-kira 48 mil dari Nasibain, dan 500 mil dari Baitul Maqdis. Garis perbatasan Persia hanya berjarak 100 mil dari Mosul. Berdasarkan perhitungan itu Nasibain berada 150 mil dari garis perbatasan Persia. Sedangkan tapal-batas timur Persia bersambung dengan kota Herat di Afghanistan. Yakni, Herat terletak di batas barat Afghanistan ke arah Persia, dan kira-kira 900 mil dari tapal-batas barat Persia. Dan jarak antara Herat dengan Khyber Pass kira-kira 500 mil. Lihat peta berikut ini: 1)

1) Terdapat sebuah surat pada bab pertama, sub-bab ke-14 U.C.B.S.A., sejarah Kristen [bahasa] Yunani, ”Creed of Eusebeus” (Pernyataan Eusebeus) yang diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris oleh seorang warga London, bernama Heinmer, tahun 1650. Surat itu memaparkan bahwa seorang raja bernama Abgerus mengundang Nabi Isa a.s. ke istananya dari kawasan seberang sungai Euphrat. Surat yang dikirim Abgerus kepada Nabi Isa a.s. beserta jawaban Nabi Isa a.s. itu, dipenuhi oleh banyak hal yang tidak benar dan mengada-ada. Namun yang benar tampaknya adalah sekedar bahwa raja tersebut mengundang Nabi Isa a.s. untuk diberi perlindungan setelah mendengar kezaliman orang-orang Yahudi. Dan raja itu berpendapat bahwa beliau adalah seorang nabi yang benar.

Peta Perjalanan Nabi Isa a.s. ke Kashmir

Ini adalah peta negeri-negeri dan kota-kota yang dilalui oleh Nabi Isa a.s. ketika menuju Kashmir. Maksud beliau menempuh perjalanan itu adalah pertama-tama supaya menemukan Bani Israil yang ditangkapi oleh Raja Shalmaneser lalu dibawa ke negeri Media. Dan hendaknya diingat pada peta yang diterbitkan oleh orang-orang Kristen, Media digambarkan terletak di sebelah selatan Laut Khiraz, yang sekarang merupakan kawasan Persia (Iran). Dari itu dapat dimengerti bahwa setidak-tidaknya Media merupakan salah satu bagian dari negeri yang sekarang disebut Persia. Dan tapal-batas timur Persia berdampingan dengan Afghanistan. Sedangkan sebelah selatannya merupakan samudra. Di sebelah barat adalah Kerajaan Romawi.

Ringkasnya, jika riwayat Raudhatush-Shafa dipercayai, maka [dapat] diketahui bahwa perjalanan Nabi Isa a.s. ke Nasibain adalah dengan tujuan datang ke Afghanistan melalui Persia, dan supaya orang-orang Yahudi yang telah hilang itu ―yang akhimya telah masyhur dengan sebutan Afghan― dihimbau kepada kebenaran 2) Nama Afghan tampaknya dari bahasa Ibrani. Ini adalah kata majemuk, yang artinya pemberani/gagah-perkasa. Tampaknya mereka menetapkan julukan pemberani bagi diri mereka pada masa kemenangan-kemenangan mereka.

2) Di dalam Taurat terdapat janji bagi Bani Israil, “Jika kalian beriman kepada Nabi penghabisan, maka pada akhir zaman kalian akan memperoleh kembali pemerintahan dan kerajaan setelah [mengalami] banyak sekali cobaan.“ Ternyata janji itu telah terpenuhi dalam bentuk bahwa kesepuluh suku Bani Israil tersebut sudah masuk Islam. Itulah sebabnya telah muncul raja-raja besar di kalangan orang-orang Afghan dan juga di kalangan orang-orang Kashmir.

Kesimpulannya adalah, Nabi Isa a.s. tiba di Punjab setelah melewati Afghanistan. dengan tujuan pergi ke Kashmir setelah melihat-lihat Punjab dan Hindustan. Ini sudah jelas bahwa yang membatasi Afghanistan dengan Kashmir adalah daerah Chitral dan sedikit bagian Punjab. Jika dari Afghanistan ke Kashmir melewati jalan Punjab, terpaksa harus menempuh jarak kira-kira 80 kos atau 130 mil. Dan melalui Chitral berjarak 100 kos. Akan tetapi Nabi Isa a.s. dengan sangat bijak telah memilih lewat Afghanistan supaya domba-domba Israil yang telah tersesat ―yang dikenal sebagai Afghan― dapat mengambil manfaat dari beliau. Dan tapal batas timur Kashmir bersambung dengan Tibet. Oleh karena itu melalui Kashmir dengan mudah dapat pergi ke Tibet.

Dengan melewati Punjab sedikit pun tidak sulit bagi beliau untuk jalan-jalan ke berbagai tempat di Hindustan sebelum menuju Kashmir dan Tibet. Jadi, sebagaimana sejarah-sejarah kuno negeri ini mengatakan, benar-benar masuk akal bahwa kemungkinan Nabi Isa a.s. telah jalan-jalan ke Nepal, Benares, dan tempat-tempat lainnya. Kemudian melalui Jammu atau Rawalpindi beliau telah pergi ke Kashmir.

Dikarenakan beliau berasal dari negeri dingin, untuk itulah hal ini merupakan sesuatu yang meyakinkan bahwa beliau kiranya menetap di negeri-negeri tersebut hanya sepanjang musim dingin saja. Dan pada akhir Maret atau April, barulah beliau berangkat menuju Kashmir. Dan dikarenakan negeri itu benar-benar mirip dengan negeri Syam (Syria dan Palestina) oleh sebab itu beliau pasti telah memilih untuk tinggal selamanya di negeri tersebut. Dan bersamaan dengan itu ada juga pendapat bahwa mungkin sebagian umur beliau dilewati dengan menetap di Afghanistan. Dan bukannya tidak mungkin bahwa beliau telah pula menikah di sana. Di kalangan orang-orang Afghan terdapat sebuah suku yang dinamakan Isa Khil. Sangat menakjubkan bahwa mungkin mereka adalah anak keturunan Nabi Isa a.s..

Namun disayangkan bahwa sejarah bangsa Afghan berada dalam kondisi yang sangat parah. Oleh sebab itulah sangat sulit mendapatkan suatu keautentikan melalui legenda-legenda bangsa mereka. Pendeknya, tidak diragukan sedikit pun bahwa Afghan adalah dari kalangan Bani Israil, seperti halnya orang Kashmir juga berasal dari kalangan Bani Israil. Orang-orang yang menulis hal-hal yang bertentangan dengan itu di dalam tulisan-tulisan mereka, sangat keliru dan terpedaya serta tidak menggunakan pikiran secara mendalam. Orang-orang Afghan mengakui bahwa mereka berasal dari anak keturunan Qeis, sedangkan Qeis berasal dari kalangan Bani Israil. Ringkasnya, pembahasan ini tidak perlu diperpanjang di sini. Saya telah menuliskan pembahasan tersebut secara luas di dalam buku saya. Di sini yang disinggung hanyalah tentang perjalanan Nabi Isa a.s. ke Afghanistan melewati Nasibain, lalu tiba di Kashmir dan Tibet melewati Punjab. Akibat perjalanan panjang ini beliau dinamakan Nabi Sayyah (Nabi Pengembara), bahkan disebut Pemimpin para pengembara.

Artikel ini adalah sebagian dari isi buku Al-Masih di Hindustan karya Hz. Mirza Ghulam Ahmad as. Klik gambar di bawah untuk mengunduh gratis buku ini (format PDF 1,7 Mb).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *