Jalan Tabligh

PETUNJUK & ARAHAN BAGI DAI’LALLAH DAN PERINTAH UNTUK BERTABLIGH
[Dicuplik dari terjemahan bebas buku “Tabligh Guide” karya Naseem Ahmad Bajwa
Imam mesjid Baitul-Futuh,Mubaligh Ahmadiyah UK]

Hazrat Mirza Nasir Ahmad, Khalifatul Masih III, mengemukakan tentang syarat-syarat dan dasar-dasar bagi seorang pengajar:

“Saya ingin menarik perhatian bagi saudara-saudara saya, para mubaligh bahwa untuk menjadi mubaligh sejati dalam pandangan Allah ada 2 syarat pokok yang diperlukan : Pertama, ilmu tentang pemahaman dan yang lainnya hati yang lembut. Allah SWT juga dalam Qur’an Suci berfirman bahwa ‘Akulah yang akan menghilangkan kelemahan-kelemahanmu dalam kecerdasanmu dan akan menggantikannya menjadi sesuatu yang mahir dan semua kekurangan akan dihapuskan dan kesulitan akan menjadi kesuksesan. Selanjutnya, di dalam Al-Qur’an Suci dikatakan bahwa, ‘salah satu alasan kedatangan saya adalah untuk membuat hati menjadi lembut sebagaiman dalam surat Yusuf dikatakan : “Kami telah menurunkan Al-Qur’an ini dalam bahasa Arab agar kalian mengerti.” [[ QS12 (Yusuf ) : 3 ].
[Al-Fadl, 3 Maret 1969 ]

Hadrat Mirza Tahir Ahmad rh, Khalifatul Masih IV bersabda:

“Setiap Ahmadi yang mendengar seruan ini harus menjadi penjaga bagi dirinya sendiri dan ia harus berjanji dengan sungguh-sungguh di hadapan Tuhan Yang Maha Kuasa bahwa ia akan membai’atkan 1 orang dalam kurun setahun. Jika ia berdo’a dengan sungguh-sungguh serta bekerja keras, tugas ini tidak akan menjadi sulit. Ketika Tuhan berkehendak melimpahkan rahmat-Nya kepadamu, adalah suatu ketidak bersyukuran yang amat sangat untuk tidak membentangkan tanganmu dan menerimanya.” [ Khutbah Jum’at, 27 September 1985]

Tugas Da’i Ilallah ialah bagaikan mengolah tanaman dan kebun-kebun Dawat Ilallah. Tidak cukup hanya mengandalkan sekali nasehat atau sekali peringatan. Tugas Da’i Ilallah memerlukan waktu dalam pengembangan hubungan cinta kasih yang melekat dengan orang yang sedang ditablighi. Menciptakan rasa cinta kasih untuk pekerjaan ini adalah sebuah seni dan Qur’an Suci telah menyampaikan beberapa hikmah dasar yang kita patut syukuri untuk ini. Allah memberikan tugas kepada Hazrat Ibrahim as untuk menghidupkan bangsa-bangsa dan ia diberi kabar bahwa melaluinya bangsa-bangsa akan memperoleh kehidupan baru.

Hazrat Ibrahim as mempunyai karakter yang lembut dan sederhana. Hadrat Ibrahim as berserah diri dengan bersabda : ‘Ya Tuhanku ! Hamba mengetahui bahwa Engkau akan memberikan kehidupan kepada bangsa-bangsa, tapi bagaimanakah caranya ? Dalam jawabannya ia diperintahkan : “Ambil empat ekor burung dan buatlah hati mereka lekat kepada engkau, kemudian letakkanlah tiap-tiap burung itu di atas sebuah gunung, kemudian panggillah mereka, niscaya mereka akan datang kepada engkau dengan cepatnya”. Ini adalah contoh Hadrat Ibrahim as. Jadi, setiap mubaligh, Amir, ketua dan pengurus harus merangkul anggota jemaat mereka, melekatkannya dan mendidiknya dengan kasih sayang, beri tugas mereka dan kirimkan mereka ke berbagai pelosok dunia. Juga, berdasarkan kemampuan, setiap orang bisa merangkul 4, 8 hingga 10 anggota, mendidiknya serta berdayakan mereka. Dengan cara ini, jumlah mubayiin baru akan meningkat.
[ Khutbah Jumat 28 Agustus, 1987 ]

27 Tuntutan Tahrik Jadid:

1. Hidup secara sederhana
2. Ikut serta dalam penyiaran Islam
3. Mendedikasikan masa-masa cuti untuk pelayanan masyarakat
4. Anggota agar mengabdikan dirinya untuk kepentingan Islam dan Ahmadiyah
5. Mendedikasikan masa libur musiman untuk pelayanan jemaat
6. Mewakafkan anak-anak kalian untuk seumur hidup
7. Para pensiunan agar menyediakan diri untuk melayani Jemaat
8. Mendedikasikan sebagian dari kalian dan kekayaan kalian
9. Para Ahmadi terpelajar dan berpengaruh agar memberikan kuliah-kuliah
10. Menyiapkan sanggahan atas propaganda yang memusuhi
11. Simpan uang lebih kalian di Dana Amanat Tahrik Jadid
12. Tahrik Jadid agar membentuk dana cadangan tetap
13. Kirimkan anak-anak kalianke Marzkaz untuk pendiddikan dan tarbiyat
14. Minta saran dari Jemaat saat memutuskan tentang pendididkan yang lebeche tinggi dan massa depan anak-anak kalian
15. Biasakan bekerja sendiri dan tidak bergantung pada orang lain
16. Mereka yang mengganggur, jika memungkinkan agar pergi keluar negeri, Di sana mereka bisa mencari penghidupan dan menyiarkan ajaran Islam dan Ahmadiyah
17. Mereka yang meenganggur jangan ragu dalam menerima pekerjaan sekecil apa pun
18. Kembangkan kebudayaan Islam
19. Kembangkan perilaku kejujuran di dalam masyarakat
20. Jagalah kebersihan jalan
21. Lindungi hak-hak kaum wanita
22. Bentuk perkumpulan sperti “Hilful Fudul”
23. Bentuk Darul Qada Ahmadiyah dan patuhi keputusannya
24.Jika memungkinkan, para anggota hendaknya membangun rumah di Markaz
25. Keluarkanlah pengorbanan uang untuk program Tabligh khusus
26. Para anggota hendaknya pergi ke berbagai bagian negeri yang ia suka menggunakan sepeda dan lakukan survey untuk prospek Tabligh
27.Memanjatkan doa khussu agar usaha-usaha ini berhasil.
(Ketentuan dan peraturan Tahrik Jadid Anjuman Ahmadiyah hal.181-182)